Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Agama Islam Untuk Membentuk Karakter Anak: Studi Komparatif Sekolah Dasar Swasta Berbasis Islam dan Sekolah Dasar Negeri di Kota Bandung
The Role Of Parents In Islamic Religious Education In Shaping Children's Character: A Comparative Study Of An Islamic-Based Private Elementary School and a Public Elementary School in Bandung City
DOI:
https://doi.org/10.58230/6kbsp917Keywords:
Pendidikan Agama Islam, Pembentukan Karakter, Studi Komparasi, Sekoalah dasarAbstract
Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara kondisi ideal, yaitu sinergi keluarga dan sekolah sebagaimana digagas dalam Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Surat Edaran Bersama Nomor 1 Tahun 2025, dengan kondisi empiris berupa lemahnya peran orang tua dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) pada anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan peran orang tua (keteladanan, pembiasaan, pengawasan, dan nasihat) serta kaitannya dengan karakter anak (religius, integritas, dan sosial) di SD Al-Amin (swasta berbasis Islam) dan SDN 205 Neglasari (negeri) Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua di SD Al-Amin lebih konsisten dan terstruktur, dengan karakter religius, kesantunan, dan pengendalian perundungan yang lebih baik. Kesibukan kerja orang tua dan penggunaan gawai menjadi hambatan utama di kedua sekolah, tetapi SD Al-Amin didukung oleh program parenting bulanan, POMG, dan buku mutaba'ah ibadah harian. Secara teoretis, temuan ini memperkuat kerangka Tri Pusat Pendidikan. Secara praktis, model sinergi SD Al-Amin dapat diadaptasi oleh sekolah negeri dengan penyesuaian. Penelitian ini terbatas pada dua sekolah di satu kecamatan dan menggunakan data kualitatif sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi.
Downloads
References
Afandi, A., & Amirudin, N. (2025). Pembentukan karakter anak melalui pendidikan Islam dalam keluarga. Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 9(1), 1–10. https://doi.org/10.30651/sr.v9i01.25266
Al-Ghazali, I. (2010). Ihya' ulumuddin (Terjemahan). Pustaka Amani.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2004). Research-based character education. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 591(1), 72–85. https://doi.org/10.1177/0002716203260082
Birt, L., Scott, S., Cavers, D., Campbell, C., & Walter, F. (2016). Member checking: A tool to enhance trustworthiness or merely a nod to validation? Qualitative Health Research, 26(13), 1802–1811. https://doi.org/10.1177/1049732316654870
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dishion, T. J., & McMahon, R. J. (1998). Parental monitoring and the prevention of child and adolescent problem behavior: A conceptual and empirical formulation. Clinical Child and Family Psychology Review, 1(1), 61–75. https://doi.org/10.1023/A:1021800432380
Epstein, J. L. (2001). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools. Westview Press.
Fajri, M. F. M., Humaidi, N., & Mukhlis, F. (2024). Analisis konsep pendidikan anak dalam buku "Kaifa Nurabbi Awladana": Relevansi dan implementasinya di era digital. TARLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2), 123–142. https://doi.org/10.32528/tarlim.v7i2.2165
Fitri, F., & Jasiah, J. (2026). Upaya keluarga dalam membentuk karakter akhlak Islami anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(2), 15563–15573. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i2.40293
Guest, G., Bunce, A., & Johnson, L. (2006). How many interviews are enough? An experiment with data saturation and variability. Field Methods, 18(1), 59–82. https://doi.org/10.1177/1525822X05279903
Hasan, A. A., Beddu, M. J., & Rochbani, I. T. (2026). Analisis konsep Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam pembentukan karakter generasi emas 2045. Al-Muqaddimah: Journal of Educational and Religious Perspectives, 2(2), 44–52. https://jurnal-muqaddimah.or.id/index.php/Al-Muqaddimah/article/download/88/80
Hoover-Dempsey, K. V., & Sandler, H. M. (1997). Why do parents become involved in their children's education? Review of Educational Research, 67(1), 3–42. https://doi.org/10.3102/00346543067001003
Jeynes, W. H. (2007). The relationship between parental involvement and urban secondary school student academic achievement: A meta-analysis. Urban Education, 42(1), 82–110. https://doi.org/10.1177/0042085906293818
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Dalam Negeri, & Kementerian Agama. (2025). Surat Edaran Bersama Nomor 1 Tahun 2025, Nomor 800.2.1/225/SJ Tahun 2025, Nomor 1 Tahun 2025 tentang penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan di satuan pendidikan. https://paralegal.id/peraturan/surat-edaran-bersama-menteri-pendidikan-dasar-dan-menengah-menteri-dalam-negeri-dan-menteri-agama-nomor-1-tahun-2025-nomor-800-2-1-225-sj-tahun-2025-nomor-1-tahun-2025
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2024). Data kasus perlindungan anak tahun 2019–2024. https://www.kpai.go.id
Lickona, T. (2004). Character matters: How to help our children develop good judgment, integrity, and other essential virtues. Simon & Schuster.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Livingstone, S., & Haddon, L. (2009). Kids online: Opportunities and risks for children. Policy Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y
Pane, A. Z., Binasti, B., Anggraini, B., Afriani, F., & Barus, M. N. H. (2024). Peran orang tua dalam membentuk karakter religius anak di SDN. 024777 Binjai Utara. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 27001–27007. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/15901
Rachmawati, U. T., Khariroh, U., & Basuki, B. (2024). Peran keluarga dalam mendidik anak menurut Abdurrahman An Nahlawi. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 9(5). https://doi.org/10.17977/2502-471X.1068
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekretariat Negara.
Sanusi, A. (2022). Sistem nilai dalam pendidikan: Perspektif filosofis. Alfabeta.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an. Lentera Hati.
Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. Macmillan.
Tracy, S. J. (2010). Qualitative quality: Eight "big-tent" criteria for excellent qualitative research. Qualitative Inquiry, 16(10), 837–851. https://doi.org/10.1177/1077800410383121

